Dinding punya peran cukup penting dalam sebuah bangunan. Keberadaannya tidak hanya untuk pelingdung saja tetapi juga dapat berguna untuk memberikan kesan cantik rumah. Oleh karenanya, perencanaan dinding harus memerhatikan sisi fungsi dan estetikanya.

rajawalindo.com/products/distributor-genset-surabaya

Jangan Salah Memilih Material

Masalah utama pada dinding umumnya disebabkan oleh kondisi permukaan luar dinding yang tak sempurna, pilihan material yang tidak tepat, pengerjaan yang salah, dan penanganan yang kurang cermat. Karena set ap bahan punya karakter yang memengaruhi kekuatannya, maka pilih dan perlakukan sesuai karakter yang dimilikinya.

Bata merah punya sifat menyerap dinding. Beri bahan pelapis (batu alam, papan semen) yang aman air, agar air tak meresap pada permukaannya. Untuk dinding dari bata beton berongga, kandungan air yang besar di rongga ini tetap akan memungkinkan air masuk ke dalam dinding. Isi rongga dengan bahan anti-air atau tebalkan lapisan dalam dinding dan tipiskan lapisan luarnya.

Jangan Abaikan Tanda-tanda Ini

Pernah menemukan kejadian ini pada dinding rumah Anda? Muncul bercak cokelat, terdapatnya noda “ngompol” (basah), adanya gelembung, dan timbulnya jamur, pada permukaan dinding dalam maupun luar. Bahkan, tak hanya tampilannya, kejadian di atas juga dibarengi dengan kondisi ruang yang lembap dan munculnya bau tak sedap.

Semua tanda ini adalah petunjuk bahwa ada kandungan air di lapisan dalam dinding atau perembesan pada dinding. Jangan abaikan! Karena, selain mengurangi keindahan tampilan rumah, rembes juga “mengancam” kekokohan rumah. Rembes merupakan pertanda ada sesuatu yang salah pada dinding. Rembes adalah akibat dari kerusakan atau kesalahan dalam perencanaan desain dinding.

Penyebab Air Rembes ke Dinding

Kondisi Tanah Kondisi tanah dapat menjadi penyebab rembesnya air ke dinding jika rumah dibangun di dua jenis tanah yang berbeda, misalnya sebagian di atas tanah berpasir, bagian rumah lainnya dibangun di atas tanah liat. Perbedaan jenis tanah ini akan menjadi jalan masuknya air. Perubahan pada tanah juga terjadi saat basah (mengembang) dan kering (menyusut). Perubahan ini mengakibatkan air atau uap air merembes ke dinding fondasi lewat retakan.

Adanya Keretakan pada Dinding Air hujan yang terbawa angin dan mendapat tekanan angin akan masuk ke dinding melalui retakan yang terjadi pada dinding. Makin besar retakan makin banyak air yang masuk ke dinding dalam. Keretakan pada dinding ada dua jenis yaitu retak rambut dan retak struktur. Retak rambut disebabkan oleh proses pembuatan dinding yang salah, misalnya pengacian dilakukan saat kondisi plesteran masih basah.

Minimal pengacian hanya boleh dilakukan minimal dua minggu setelah pemlesteran. Sedangkan keretakan struktur disebabkan oleh pergeseran bangunan. Sampah pada Talang Hindarkan dari kotoran (daun/ debu). Sampah yang berkumpul di sekitar fondasi menyebabkan genangan air yang akan meresap ke dalam dinding.

Akar Pohon Pohon yang besar, akarnya bisa mendorong fondasi rumah dan menjalar ke dinding yang retak. Saat tanah basah oleh hujan, air hujan akan ikut jalur yang telah dibuat oleh akar pohon dan masuk ke dalam dinding.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *