Sekilas, mainboard ini terlihat tidak jauh berbeda dengan SuperMicro C7Z87. Namun jika diperhatikan secara seksama, tidak hanya menggunakan warna PCB yang berbeda, SuperMicro C7Z87- OCE juga dilengkapi dengan tombol fisik. Secara keseluruhan, terdapat lima tombol tambahan pada bagian atas mainboard. Tombol-tombol ini dapat digunakan untuk keperluan overclocking saja. Berbeda dengan tombol power yang berada di belakang soket prosesor, tombol clear CMOS dan tombol auto overclock terletak pada bagian bawah.

Meski “terselip” di antara header connector, Anda dapat menekannya dengan mudah walaupun menggunakan casing. Ketiga tombol auto overclock tersebut memliki fungsi yang berbeda-beda. Tombol yang bergambar motor balap akan melakukan overclock pada prosesor sebesar 15% dari keadaan default. Sedangkan tombol yang bergambar F1 dapat melakukan overclock lebih tinggi lagi, yaitu 23%.

Sedikit berbeda dengan kedua tombol tersebut, tombol yang bergambar pesawat tempur mampu melakukan overclock secara dinamis sesuai dengan keadaan dan tipe prosesor. Dengan begitu, Anda dapat menyesuaikan kebutuhan performa prosesor dengan sekali tekan saja. Sebagai mainboard overclock, SuperMicro C8Z87-OCE juga tidak lupa untuk menyertakan dua buah debug LED. Dengan adanya debug LED, Anda dapat mengetahui keadaan sistem secara realtime. Pada sisi belakang, mainboard ini menyertakan port output display yang lengkap.

Mulai dari port D-Sub, DVI, HDMI, hingga Mini DisplayPort. Tidak hanya sebagai Mini DisplayPort, port ini juga berperan sebagai port Thunderbolt yang mendukung penggunaan triple display. Selain dapat digunakan untuk feature triple display, port Thunderbolt ini juga dapat mendeteksi media penyimpanan eksternal yang berinterface Thunderbolt. Untuk koneksi ethernet, mainboard ini memiliki dua buah port RJ- 45. Masing-masing dari port RJ-45 tersebut menggunakan controller yang berbeda.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *