Bertempat di Hotel Grand Ina, Bali, diselenggarkan The 15th Conference Of The Paci­ c Early Childhood Education Research Association (PECERA). Konferensi ini adalah forum akademik bagi para peneliti yang menjelaskan berbagai penelitian terbaru sebagai bahan perbaikan pembelajaran untuk anak usia dini. Agar para guru dan dosen serta profesional pemerhati PAUD harus saling berbagi pengetahuan dan memperoleh banyak manfaat dari hasil semua penelitian tersebut.

President of The Conference of PECERA, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, menjelaskan tentang Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif. Bahwa pendidikan anak usia dini menjadi isu prioritas, di mana terdapat lima pilar penting yang harus terintegrasi, yaitu pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan yang baik dan perlindungan. Konferensi PECERA dihadiri 600 partisipan dari 23 negara yang meliputi 170 makalah presentasi dan 130 poster presentasi.

Hadir para pemerhati anak usia dini dari Jepang, Malaysia, Singapura, Thailand, Korea, Taiwan, Hongkong, China, Australia, New Zealand, USA, Inggris, Canada, Sri Lanka, India, Mongolia, Timor Leste, dan Filipina. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Ganesha Bali, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Senada dengan Fasli, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, dalam sambutannya mengatakan, anak-anak harus dipersiapkan tumbuh-kembangnya sejak dini sehingga menjadi generasi berkualitas. Tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan waktu sangat penting dan kritis dalam hal tumbuhkembang ­ sik, mental dan psikososial. “Anak merupakan harapan di masa mendatang. Anak adalah investasi yang tidak ternilai, kesuksesan anak di masa mendatang adalah kebanggaan bagi orangtua. Namun, kesuksesan anak tak akan tercapai jika tidak ditunjang pula kesehatan dan pendidikan yang baik.”

Menurut Linda, penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di negara maju telah berlangsung sejak lama sebagai bentuk pendidikan berbasis masyarakat. Di Indonesia, gerakan menggalakkan pendidikan usia dini baru muncul beberapa tahun terakhir sehingga jangkauannya masih terbatas.

Simak juga informasi les bahasa Jerman di Tangerang terbaik untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *