Pelatihan Menulis untuk Anak

April 2010, bersama empat teman yang merupakan dosen Unja, Yanti mengurus legalitas dan perizinan kegiatan sosialnya tersebut dengan membentuk Lembaga Pengembangan Masyarakat (LPM) Pelangi, yang salah satu program kegiatannya berupa Sanggar Menulis Evergreen dan Rumah Baca Evergreen. Selanjutnya, Yanti mulai berpikir untuk mengadakan event lain guna berbagi lebih luas.

Selama di Bogor, Ninis terkenal sebagai penulis cilik dengan 4 karyanya, yaitu Pesan Kematian, Star Girls, The Evergreen, dan Super Manda. Semua karya itu lahir dan terbit karena ia tertarik ikut berbagai pelatihan penulisan untuk anak-anak yang diadakan Sentra Adituka. ‘‘Selama pelatihan, saya ikut menyimak materi, lalu terpikir untuk mengadakan kegiatan serupa di Jambi. Tujuan utama untuk menghimpun anak-anak yang memiliki minat dan hobi pada dunia buku, dari membaca dan akhirnya menuliskannya.“ Juni 2010, mulailah Pelatihan Penulis Cilik Jambi angkatan pertama.

Kegiatan satu hari penuh ini mengundang novelis Jambi, Meyliana K. Tansri serta temu penulis cilik, Ninis dan Tomo (saat itu kelas 6 SD, penyair cilik Jambi yang menerbitkan buku pertamanya berupa kumpulan puisi). ‘‘Waktu itu peserta mencapai 50 anak. Kegiatan seperti ini belum pernah ada di Jambi. Kami mendapat banyak tantangan, baik dari orangtua, guru, maupun masyarakat dan pejabat Dinas Pendidikan, terutama apriori ‚‘Masa sih anakanak bisa menulis? Membaca saja susah.‘” Pelatihan Penulis Cilik Jambi angkatan pertama ini berupa kegiatan sosial dengan dukungan Gramedia dan Erlangga dalam bentuk hadiah buku untuk doorprize.

Ninis juga menyumbang Rp3 juta uang royalti untuk menutup kekurangan pendanaan. Peserta yang ikut pelatihan otomatis menjadi anggota Rumah Baca. Mereka mendapat kartu anggota dan berhak mendapat fasilitas Rumah Baca seperti meminjam buku, berlatih menulis intensif tiap minggu, serta mengikuti kegiatan-kegiatan lain. ‘‘Kegiatan tersebut hanya betulbetul ingin berbagi. Bahkan, sering kali juga berbagi pulsa karena saya harus selalu mengingatkan mereka (anak-anak dan orangtuanya) bahwa sore ini waktunya berlatih menulis. Sekali saya tidak menelepon dan mengingatkan, mereka lupa datang. Akhirnya, 10—15 anak tuntas berlatih dan menghasilkan karya cerpen. Karya mereka, saya anggap layak untuk dimuat di koran lokal, Jambi Ekspres dan Pos Metro.“

Selain berlatih menulis tentunya untuk anak yang akan menghadapi ujian IELTS diberikan bekal juga. Berikut ini adalah informasi lengkap mengenai tempat terbaik kursus persiapan IELTS di Jakarta.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *